Posted by: prasastiimani | 09/12/2009

Berakhir dengan semangat!

Tulisan testimoni ini adalah kutipan dari Notes Mas Agung S. Wibowo dari Facebook setelah selesai memberikan pelatihan kepada guru Madrasah di Kec. Kemang Bogor pada program Developing Junior Scientist.
++++
40 jam bersama para guru madrasah dari kecamatan kemang kabupaten bogor memberika kesan yang sangat berarti buatku.

selama lima hari mereka bersemangat datang tepat waktu, bahkan sebelum jam delapan pagi untuk mengikuti pelatihan pembelajaran sains.

mata mereka berbinar dari pagi sampai sore mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, tanpa satu orangpun menguap.

kening berkerut tanda berpikir, namun mulut tetap tersenyum bahkan kadang tertawa ketika beraktivitas: berdiskusi, tanya jawab, berekperimen, mengerjakan LKS, bahkan membuat RPP yang dianggap pekerjaan yang menjemukan menjadi kegiatan yang membuat hati senang.

tiada awal tanpa akhir
lima hari berlalu dengan cepat.
pukul 3.30 sore, hari terakhir kepala mereka masih tegak, salah seorang bahkan berkomentar, rasanya baru dua menit.
ini belum cukup, kami mau lagi!

aku bisa! kamu bisa! semua bisa…berkualitas!
itu yang akan mereka bawa pulang

dengan shalawat nabi mereka bersiap untuk pulang dan berbagi dengan siswa mereka

semangat!
parung 5 desember 2009

Advertisements
Posted by: prasastiimani | 16/11/2009

Video of Science Workshop With Bang Muzi #1

Berikut adalah cuplikan-cuplikan video dari workshop yang dilaksakan di kemang dengan pemateri Bang Muzi.  Enjoy and imagine the situations.

1. 

 

2. 

 

3. 

 

4. 

 

5. 

 

6.

 

7. 

 

8. 

 

9. 

 

10. 

Posted by: prasastiimani | 16/11/2009

Paradigm Shifting Videos

Berikut adalah video-video Mas Agi di depan guru Madrasah Ibtidaiyah se Kec. Kemang – Bogor pada sesi pembuka Developing Junior Scientist Workshop. 7 November 2009.

Ini adalah sesi lainnya di hari dan tempat yang sama.

Posted by: prasastiimani | 16/11/2009

Workshop Sains dengan Bang Muzi #1

Manasin PakuHari Minggu tanggal 15 November Akhirnya sesi pertama workshop Sains bersama Bang Muzi bisa dilaksanakan di Gedung P4TK. Tema yang diambil pertama kali adalah tentang bunyi. Berikut adalah dialog dan keriangan dari peserta. Untuk photo-photo silahkan bisa dilihat di:

  1. http://facebook.com/prasastiimani
  2. http://www.flickr.com/photos/9183741@N08/

Pak Muzi memulai dengan beberapa pertanyaan…

  • Apa tujuan anak belajar science?
  • Apakah pembelajaran science itu efektif?

“Einstein: salah satu cara mengajak anak belajar adalah dengan memberikan contoh”
Berikut adalah jawaban guru-guru ketika ditanya manfaat belajar sains:

  • Mengenal lingkungan
  • Mengenal kebesaran tuhan •

Pak Muzi bilang,

  • saat ini anak-anak lulus hanya menghasilkan generasi penghafal.
  • Sejarah science yang mandeg, contohnya sejarah bajak sawah hampir tidak berubah lebih dari 2000 tahun di Indonesia. Padahal di Amerika sekarang seorang petani bisa mengerjakan sawah 2 hektar.
  • Indonesia butuh masyarakat science bukan berlian science.
  • Pengalaman putranya yang bertemu kakak kelasnya di NTU Singapura yang pernah juara olimpiade fisika. Dia bilang negara Cina dan Indonesia itu dikondisikan sedangkan Jerman tidak pernah melakukan hal itu.

+++++

Pak Muzi memulai dengan memberikan kesempatan kepada peserta:

  1. 1. Mengapa manusia bersuara?
  2. 2. Bagaimana handphone berbunyi?

I. Percobaan 1 (getar) dengan pukulan

Dilakukan dengan menggunakan penggaris. Lalu peserta diminta untuk menjelaskan apa yang terjadi, kemudian peserta diminta mengisi modul dan melakukan diskusi. Berikut adalah munculnya pertanyaan-pertanyaan liar dari para guru:

  1. – Apakah semua penggaris yang bergetar menghasilkan bunyi?
  2. – Apakah semua benda yang bergetar menghasilkan bunyi?
  3. – Apakah banyaknya getaran mempengaruhi bunyi?
  4. – Adakah perbedaan bahan akan menghasilkan bunyi?
  5. – Apakah udara yang ada di sekitar mempengaruhi suara?
  6. – Apakah di ruang hampa berbunyi?
  7. – Apakah bunyi dapat dipantulkan?
  8. – Apa yang menyebabkan jumlah getarannya berbeda?
  9. – Apakah panjang pendek atau besar kecil mempengaruhi getaran?
  10. – Apakah bunyi harus berasal dari benturan?
  11. – Apakah pulpen atau pinsil bisa menghasilkan getaran?
  12. – Kenapa kayu dipukul bunyi?

– Tips Pak Muzi: Kita harus berani menjadi orang bodoh untuk mendapatkan ilmu!

II. Cara apa yang dapat menghasilkan bunyi?

Percobaan dengan menggunakan marakas (alat musik tradisional dari amerika latin). Benda itu menghasilkan bunyi dikarenakan adanya benturan atau pukulan.

Contoh lain:

  • Gong
  • Rebana
  • Tepuk tangan
  • Gendang

Bunyi itu muncul ketika terjadi benturan Contoh Pak Muzi: tulis cara yang unik sebuah percobaan yang dapat menghasilkan bunyi dan harus berbeda dengan yang lainnya. (ini gunanya untuk mendorong imajinasi anak).

Pengembangan ide:

  • – Apakah hubungan bunyi dan getaran?
  • – Dengan kekuatan apa benda itu dapat bersuara?
  • – Bagiamana kalau kacang ijo diganti beras?
  • – Bagaimana dengan biji yang beragam?
  • – Bagaimana jika tabungnya dari kaca?
  • – Bagaimana kalau digenggam?
  • – Bagaimana jika tabungnya persegi?
  • – Bagaimana kalau membuat konser dengan kacang ijo?
  • Tebak-tebakan dengan marakas: Bunyi tersebut diganti dengan biji-bijian dan itu akan menginspirasi

III. Gelas Mendengkur (gesekkan) Suara dihasilkan karena gesekkan.

Apalagi suara yang dihasilkan karena gesekkan:

  • – Biola, rebab,
  • – Rem
  • – Menarik meja di lantai
  • – Serutan
  • – Resleting (bunyi resleting ada dua: pertama sreeeeeeeetttt, kedua awwwwwwwwwwwww hahahaha)

Ide pengembangannya:

  • – Bagiamana jika talinya besar (tambang)
  • – Bagiamana kalau gelasya dari kaca
  • – Mengapa bunyinya ketika diurutnya
  • – Mengapa air berpengaruh?
  • – Bagaimana kalau penampangnya besar?

IV. Suara dengan cara ditiup (balon dijepit dengan dua stik eskrim)

Alat musik yang menghasilkan bunyi

  • – Harmonika, saxophone, Terompet, suling
  • – Siul, tangan,

Pengembangan ide:

  • – Bagaimana kalau kayunya satu
  • – Bagaimana kalau tumpukkannya lebih dari 1
  • – Bagaimana kalau balonna lebih tinggi
  • – Bagiamana kalau balonnya diganti dg: kertas, daun, plastik, seng tipis

V. Terompet Peserta membuat terompet dengan sedotan, balon, dan cangkang film

Caranya ditiup, “ujiannya adalah: siswa diberikan alat2 dan bahan2 sains untuk dirangkai oleh mereka” Pertanyaan life skills: “seandainya Allah hanya memberikan sedotan kepada kita untuk bekal hidup apa yang harus dilakukan untu itu?”

Pengembangan ide:

  • – Semakin sempit celah semakin nyaring
  • – Kenapa ada lilin?
  • – Bagaimana jika tabungnya diisi dengan air?
  • – Bagaimana jika tabungnya diganti dengan kaleng?
  • – Bagaimana jika lubangnya ditambah?
  • – Bagaimana jika lubang ditiup dengan yang keluar?
  • – Bagaimana jika balon diganti benda lain (plastik, kertas minyak, dll)?
  • – Bagaimana jika sedotan output dipotong?
  • – Bagaimana jika sedotan output diberi lubang banyak?
  • – Bagaimana jika sedota diganti dengan bambu?
  • – Bagaimana jika tabungnya diganti kaleng susu? Lihat prinsipnya

VI. Bunyi dering

Bunyi yang dihasilkan seperti ada benturan yang berulang

  • Pengembangan ide:
  • – Bagaimana jika tabung diganti botol susu?
  • – Bagaimana jika simpulnya pendek?
  • – Bagaimana kancingnya kalau disimpan di dalam?
  • – Bagaimana kalau kancingnya dari besi?
  • – Bagaimana kalau simpulnya berbeda-beda?
  • – Bagaiman kalau tabungnya diganti galon dan talinya dari tambang?

Bagaimana cara mengajarkan perbedaan mahluk hidup dan mahluk mati.

Metode mengajarkan science

  • P= perangkat
  • A= aplikasi
  • G= games
  • E= experiment
  • S= software

Untuk apa mengajar ciri-ciri mars padahal dilingkungan sekitar ada banyak hal yang belum diketahui siswa.

VII. Mendeskripsikan percobaan (ruang hampa dengan menggunakan cangkang bekas film yang sudah dilapis dengan kain panel) Konsep berpikir disederhanakan

VIII. Membuat terompet dari sedotan

Mengapa pangkal sedotan harus digunting? Karena harus ada dua bagian yang bergetar Semakin pendek ujung sedotan maka akan semakin tinggi nadanya.

Ide pengembangan:

  • – Mengapa stik balon tidak bisa digunakan?
  • – Tidak bisa dipipihkan tapi bisa dipasangin kertas…
  • Read More…

Posted by: prasastiimani | 19/09/2009

Workshop Pengembangan Proposal di Hotel Akwani

Pada tanggal 19 -20 Agustus kami diundang oleh LAPIS (Learning Assistance Program for Islamic School) untuk mengikuti workshop pembuatan proposal. Kebetulan kami baru saja mendapat informasi bahwa program yang kami ajukan “Finding New Scientist” diterima. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan IPA kepada guru-guru IPA di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Kemang Plus di Kabupaten Bogor. Prasasti Imani diwakili oleh Sopyan Maolana Kosasih selaku Director of Prasasti Imani dan Ibu Novi Kusumadewi selaku Program Manager. Workshop ini dilakukan selama dua hari penuh dengan kegiatan teknis bagaimana sebuah proposal bisa dibuat dan bagaimana program-program yang dibuat dapat dilaksanakan secara rasional.

Walah dibayangi oleh kelelahan yang amat sangat karena ternyata kami harus merevisi banyak hal atas program kegiatan dan teknis lain yang sebelumnya sudah dibuat. Hal ini dilakukan untuk melakukan penyesuain atas kriteria-kriteria yang diberikan selama pelatihan. Hasilnya, luar biasa… dalam dua hari kami merasa belum maksimal dalam menyelesaikan pekerjaan ini.

Semoga program ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Insya Allah program akan dilaksanakan mulai 7 Oktober 2009.
Salam Pendidikan,

Posted by: prasastiimani | 25/08/2009

Selamat Datang!

Bismillaahi ar rahman ar-rahiim.

Bersama ini kami (Prasasti Imani) tekadkan untuk terus melanjutkan yang terbaik dalam memberikan pelayanan dalam dunia pendidikan. Setelah memberikan pelayanan kepada guru Madrasah selama setahun kepada 12 MI di Kecamatan Kemang, 2 MI di Kecamatan Parung, dan 1 MI di Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor  kini kami akan mengadakan kembali pelatihan yang akan diadakan mulai bulan September di tempat dan sekolah yang sama.

Kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan adalah Pelatihan  dengan nama program “Developing Junior Scientist”. Pada kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru madrasah dalam mengajarkan pelajaran sains kepada siswanya. Selain itu diharapkan siswa dapat menunjukkan kemampuan sainsnya melalui berbagai jenis kemampuan percobaan.

Selain pelatihan ada juga Mini Olympiade and Science Fair. Pada kegiatan ini para siswa akan berlomba unjuk kebolehan untuk menunjukkan kemampuannya dalam bidang sains.

Semoga Allah meridhoi program ini. Amin

Categories